Huaaahhhh…. dah lama banget gak nulis-nulis disini…. selagi sempet mau terusin lagi deh.
Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat tugas dari kantor di luar kota. Lebih tepatnya beberapa kota (ini yang menyebabkan saya tidak menulis disini untuk waktu yang cukup lama).
Ada banyak hal yang menarik bahkan menakjubkan sepanjang perjalanan tersebut, saya akan coba menulisnya disini.
Kupang – NTT
Tidak bisa dipungkiri bahwa alam Indonesia Timur memang indah, terutama pesona laut dan pantainya. Melebihi keindahan pantai-pantai di Jawa pada umumnya. Mungkin ini diakibatkan oleh belum banyaknya manusia yang “mengotori” tempat-tempat tersebut. Yang membedakan dengan pantai-pantai di Jawa pada umumnya adalah di daerah Indonesia Timur masih banyak sekali tempat yang berpotensi sebagai daerah wisata yang belum tergarap, sehingga terkesan tidak dipedulikan, tidak seperti di Jawa yang seakan telah siap menampung para pengunjung. Kupang sebagai ibukota propinsi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki beberapa keindahan tersebut.
Pada suatu kesempatan, saya berjalan-jalan di tepi pantai di Bolok – Kupang. Sebagai daerah pelabuhan, sangat terlihat bahwa pelayaran adalah urat nadi penghubung antar daerah di kota kepulauan ini.

Antrian penumpang yang ingin berangkat berselingan dengan yang tiba memenuhi pelabuhan di pagi hari. Saya juga mencoba naik ke salah satu kapal angkutan… dari atas kapal ini lebih bisa melihat semuanya ..hihihi

Ternyata merupakan suatu kebanggan bagi mayoritas penduduk disini jika pulang kampung dengan membawa hewan ternak “istimewa”. Gambarnya sengaja saya kecilkan.. hehehe

Lautan biru menghampar luas… membuat saya sangat ingin berlama-lama disini…. melupakan segala hal tentang pekerjaan, dan kehidupan di Jakarta.

Benar, karena tidak terasa hari telah sore, ketika suasana pun berubah menjadi agak gelap dan samar-samar terlihat perahu-perahu nelayan merapat ke daratan. Saya akhirnya memutuskan untuk beranjak dari tempat tersebut, meninggalkan pikiran-pikiran yang sebelumnya menghiasi kepala. Huh… waktu.. berlalu sangat cepat, tiada seorang pun dapat menghentikannya walaupun hanya sedetik.

With no sunset like Kuta, no tears are fallin’, and no girls beside me, I feel worth to keep this memory on.










Komentar Terakhir