Kupang, the Gateway of East Indonesia

12 09 2008

Huaaahhhh…. dah lama banget gak nulis-nulis disini…. selagi sempet mau terusin lagi deh.

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat tugas dari kantor di luar kota. Lebih tepatnya beberapa kota (ini yang menyebabkan saya tidak menulis disini untuk waktu yang cukup lama). :)

Ada banyak hal yang menarik bahkan menakjubkan sepanjang perjalanan tersebut, saya akan coba menulisnya disini.

Kupang – NTT

Tidak bisa dipungkiri bahwa alam Indonesia Timur memang indah, terutama pesona laut dan pantainya. Melebihi keindahan pantai-pantai di Jawa pada umumnya. Mungkin ini diakibatkan oleh belum banyaknya manusia yang “mengotori” tempat-tempat tersebut. Yang membedakan dengan pantai-pantai di Jawa pada umumnya adalah di daerah Indonesia Timur masih banyak sekali tempat yang berpotensi sebagai daerah wisata yang belum tergarap, sehingga terkesan tidak dipedulikan, tidak seperti di Jawa yang seakan telah siap menampung para pengunjung. Kupang sebagai ibukota propinsi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki beberapa keindahan tersebut.

Pada suatu kesempatan, saya berjalan-jalan di tepi pantai di Bolok – Kupang. Sebagai daerah pelabuhan, sangat terlihat bahwa pelayaran adalah urat nadi penghubung antar daerah di kota kepulauan ini.

Pelabuhan-Kupang

Antrian penumpang yang ingin berangkat berselingan dengan yang tiba memenuhi pelabuhan di pagi hari. Saya juga mencoba naik ke salah satu kapal angkutan… dari atas kapal ini lebih bisa melihat semuanya ..hihihi

Pelabuhan-Kupang 2

Ternyata merupakan suatu kebanggan bagi mayoritas penduduk disini jika pulang kampung dengan membawa hewan ternak “istimewa”. Gambarnya sengaja saya kecilkan.. hehehe

Pig

Lautan biru menghampar luas… membuat saya sangat ingin berlama-lama disini…. melupakan segala hal tentang pekerjaan, dan kehidupan di Jakarta.

Laut

Benar, karena tidak terasa hari telah sore, ketika suasana pun berubah menjadi agak gelap dan samar-samar terlihat perahu-perahu nelayan merapat ke daratan. Saya akhirnya memutuskan untuk beranjak dari tempat tersebut, meninggalkan pikiran-pikiran yang sebelumnya menghiasi kepala. Huh… waktu.. berlalu sangat cepat, tiada seorang pun dapat menghentikannya walaupun hanya sedetik.

Senja

With no sunset like Kuta, no tears are fallin’, and no girls beside me, I feel worth to keep this memory on. :)






Career Coaching

17 06 2008

Tulisan-tulisan dibawah ini bukanlah tulisan saya, melainkan tulisan seorang “career coach” yang terkenal di Indonesia. Alasan saya mem-posting tulisannya adalah karena tulisan ini saya anggap sangat menarik dan “agak berbeda” dari tulisan-tulisan orang yang pernah saya baca sebelumnya terutama jika dilihat dari sudut pandang, dan motivasi jadul seorang pekerja seperti saya ini. :)

Credit goes to : Rene Suhardono

Apa aspek yang paling penting dalam bekerja?

Ada 3 pertimbangan yang saya sebut carreer triangle: duit, kerja, dan lifestyle. Duitnya bagus, tapi kerjanya nggak kenal waktu, berarti lifestyle-nya nggak ada. Juga sebaliknya, kerjaannya bagus, tapi duitnya nggak bagus, bagaimana bisa menunjang lifestyle? Maka itu, hal ini harus berkesinambungan.

Hal apa saja yang harus dipertimbangkan orang yang mencari kerja?

Pertama, semua harus bermula dari yang kita suka. Dari sinilah, passion dan semangat kerja timbul. Kedua, pekerjaan itu semacam mencari pacar.
Banyak orang berpikir setidaknya mereka dapat pekerjaan dulu. Inilah kesalahan orang-orang yang pertama kali mencari kerja, “yang penting gue dapet dulu.” Nah, ketika mereka memikirkan hal ini, pada saat yang bersamaan, mereka sebenarnya sudah membuat kompromi pada diri mereka bahwa itu adalah values mereka.

Mana yang lebih baik, pegawai kontrak atau pegawai permanen?

Orang yang bekerja dengan status pegawai kontrak justru harus bersyukur. Mereka bisa mempersiapkan segala sesuatu lebih matang ketika kontrak mereka tidak diperpanjang. Waktu yang mereka punya untuk berfikir dan prepare lebih panjang dibandingkan dengan orang yang bekerja dengan status karyawan permanen. Kita gak akan tahu perhitungan kita di perusahaan. Maka itu, do your best!

Apakah kenyamanan dalam bekerja perlu dipertimbangkan?

I’m sorry to say this, tapi tidak ada yang namanya kenyamanan dalam bekerja. Forget it! Kalau sudah nyaman, kita akan terlena di posisi dan tempat itu. Please, dont be like that. Kita tidak akan berkembang. Jangan pernah bilang, “gue udah nyaman, gue nggak mau ke tempat lain, gue udah enak sama posisi dan kerjaan gue…” No! Itu salah besar! So, nggak ada yang namanya job security.

Apakah yang harus dipikirkan untuk pindah kerja?

Balik lagi ke carreer triangle. Ketiganya harus lebih balance. Perlu diingat, great money always follow great job. Kalau cari sesuatu yang meaningfull, jangan bergerak berdasarkan uang, jabatan, atau titel. It means nothing.
Kita harus melihat diri sendiri dan berkompetisi dengannya. Ini bukan masalah kompetisi, tapi ini masalah bagaimana kita melakukan yang terbaik dari diri kita. Do your best that u can do. As simple as that.

Apakah office politics bisa dijadikan alasan pindah kerja?

Menurut saya, jadikan alasan pindah kerja itu sebagai hal yang positif. Jika pindah dengan alasan negatif macam tadi, artinya you haven’t give your best. It’s not about the company, it’s about you.

Bagaimana Anda menjalani kedua pekerjaan Anda?

Dibawa happy dan think positif. Kalau ‘bahan bakar’-nya sudah postif, semuanya akan happy saja. Satu hal yang paling penting, cintai profesi Anda, bukan pekerjaan Anda.

Like Rene, always said :
If u know the why, the how will follow” and “The good enemy of a good life is a great life

Well.. thanks Rene, that sound a spirit for me.





AATC (Alvin And The Chipmunk)

11 04 2008

his day at the end of week was SSDD (Same Shit Different Day) i guess. Same like the old yesterday, but i must go through it.

hoooaaaheeemmm …
don’t know, why i’m so boring. But wait a second… i think i have one movie to ‘kill’ my time now. Yap.. right! movie that i downloaded from the net yesterday.

So i start watching movie right now and this post was paused for a while :)

Baca entri selengkapnya »