Latency Clear Channel via Satelit vs FO

26 06 2008

Latency menurut definisi dari Wikipedia adalah time delay between the moment something is initiated, and the moment one of its effects begins or becomes detectable. The word derives from the fact that during the period of latency the effects of an action are latent, meaning “potential” or “not yet observed”. Even within an engineering context, latency has several meanings depending on the engineering area concerned (i.e. communication, operational, simulation, mechanical, or biomedical fiber stimulation latencies).

wekeke…ketauan malesnya deh buat translating🙂

Kalo dibahasakan ke dalam bahasa prokem saya, latency adalah waktu tunggu (delay) yang diperlukan oleh paket data dari satu titik ke titik tujuan. Sedangkan yang menyebabkan paket data tersebut harus menunggu adalah karena adanya waktu proses, entah itu di Hub, Switch, Router maupun di perangkat Server/Client.

Tinggi atau rendahnya latency sangat tergantung pada 4 faktor, diantaranya :

1. Jarak tempuh antar titik

Maksudnya adalah semakin jauh jarak yang akan dilalui paket untuk mencapai tujuan, maka akan semakin lama juga waktu yang diperlukan untuk menuju kesana.

2. Kemacetan

Dengan adanya kemacetan pada jalur yang akan atau sedang dilalui paket data, maka paket data akan kesulitan untuk melewati jalur tersebut, hal ini tentu saja juga akan memperlama waktu tempuh ke tempat tujuan. Dalam jaringan kemacetan lebih dikenal dengan sebutan congestion.

3. Prioritasisasi

Jika suatu hub/switch/router/server (node/perangkat jaringan) memberlakukan suatu prioritas terhadap paket data yang melewatinya, maka latency paket tersebut akan cenderung naik karena adanya waktu tunggu (hal ini erat kaitannya dengan poin no. 4) meskipun latency paket data setelah melewati node tersebut sangat tergantung pada tinggi atau rendahnya prioritas yang diberlakukan.

4. Waktu proses

Terkait ke poin nomor 3, waktu proses ini pastinya akan mengakibatkan latency suatu paket data menjadi lebih tinggi, meskipun nilai kenaikannya sangat variatif sekali, karena tergantung cepat-lambat proses di node perangkat-perangkat tersebut.

Sedangkan untuk kecepatan rambat, disinilah poin pentingnya. Perlu diingat bahwa kecepatan rambat suatu paket data dalam suatu medium adalah bernilai konstan sehingga tidak akan mempengaruhi tinggi atau rendahnya latency.

Yang membedakannya latency antar kedua titik di suatu skema jaringan dengan jaringan yang lain adalah medium yang digunakannya. Cepat rambat paket data yang melalui Fiber Optik (FO) pasti lebih cepat dibandingkan cepat rambat paket data yang dialirkan melalui Satelit.

Hal ini dikarenakan Kecepatan Cahaya lebih tinggi daripada Kecepatan Suara.

Kecepatan cahaya dalam sebuah vacum adalah 299.792,46 kilometer per detik (km/s), atau dibulatkan menjadi 300.000 km/s.
Disini saya menggunakan ukuran kecepatan cahaya pada medium vacum karena objek transmisi data yang umum digunakan adalah FO.

Sedangkan kecepatan suara adalah 344 m/s (0,344 km/s) itu adalah nilai pada ketinggian air laut, dengan suhu 21 °C dan kondisi atmosfer normal. Oleh sebab itu udara disebut juga sebagai medium elastis.

Dari perbandingan kecepatan diatas sudah terbukti khan kalau FO pastinya jauh lebih cepat dari satelit.🙂

Sekarang perhitungan latency clear channel via Fiber Optic vs Satelit :

Misalkan jarak dari titik A ke titik B = 10 km, maka :

1. Jarak tempuh via FO = 10/300 km/s = 0,033 m/s,
sedangkan latencynya = tergantung tambahan dari waktu proses, tapi umumnya 1 ms untuk jarak 10 km.

2. Jarak tempuh 2 titik via satelit tidak dihitung secara horizontal, melainkan vertikal ke atas (arah satelit) dan dikalikan 2, karena naik dan turun. Dalam hal ini jarak dari user terminal di bumi ke satelit biasanya di hitung rata-rata 36.000 km.

Jadi 2 x 36.000 = 72.000 km, sehingga waktu tempuh = 72/300 s = 240 ms. 240 x 2 = 480 ms. Ini belum ditambah waktu proses dikedua sisi (hub dan remote) jika di salah satu sisi saja = 10 ms, maka 10 ms x 2 + 480 = 500 ms.

Kesimpulan :

1. Latency pada satelit = 500 X lebih lambat dari pada via FO.

2. Pada situasi sebenarnya baik itu clear atau non-clear channel nantinya akan ditemukan 3 faktor yang nilainya sangat bervariatif, yaitu : kemacetan, waktu proses, dan prioritasisasi pada paket data.

3. Pada contoh pengukuran ini, kemacetan dihitung = 0 (Nol) karena ini clear channel.


Aksi

Information

3 responses

26 06 2008
Musa

hmmmmm

21 01 2009
zai

thanks bgt bro atas penjelasannya…

24 08 2010
dude slax

mantaps gan..lanjuttt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: